Text
Mereduce Waktu Proses Repair Defect Sealer Crack Pada Area RR Door Inner Pada Pos 6 & 7 Line Repair Di PT TMMIN Karawang Plant 2
Dalam proses perakitan kendaraan roda empat di PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Plant 2, perbaikan sealer crack pada area rear door inner merupakan salah satu proses penting yang memengaruhi kualitas akhir produk. Namun, ditemukan kendala signifikan berupa lamanya waktu perbaikan akibat penggunaan metode totolan cat, yang menimbulkan gerakan kerja berulang-ulang dan memperpanjang waktu perbaikan. Kondisi ini menyebabkan sering terjadinya line stop yang mengganggu kelancaran produksi serta menurunkan efisiensi operasional. Permasalahan tersebut diidentifikasi berasal dari ketidakefisienan metode perbaikan yang kurang presisi dan kurang optimal dalam penerapannya. Untuk mengatasi hal ini, operator yang melakukan repair melakukan inovasi dengan mengganti alat repair dari metode totolan cat ke metode injection yang lebih modern, efisien, dan mampu memberikan hasil aplikasi sealer yang lebih merata dan konsisten. Pendekatan penelitian melibatkan pengamatan langsung proses kerja, survei kepada operator dan instruktur terkait pengalaman penggunaan alat, serta analisis waktu kerja menggunakan metode time study untuk mendapatkan data kuantitatif yang valid. Penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi metode injection pada proses perbaikan memberikan peningkatan signifikan. Waktu proses perbaikan berhasil dipangkas dari 10 detik menjadi 5 detik, dengan gerakan kerja yang berulang sebelumnya menjadi hilang sehingga mempercepat siklus kerja. Selain itu, perbaikan ini berhasil mengeliminasi line stop yang selama ini kerap terjadi akibat proses repair yang lama, sehingga produktivitas dan efisiensi lini perakitan dapat meningkat secara signifikan. Feedback dari operator juga menunjukkan tingkat kepuasan yang lebih tinggi terhadap metode baru ini karena kemudahan penggunaan dan hasil kerja yang lebih baik. Penelitian ini membuktikan bahwa pemilihan metode kerja dan alat yang tepat dapat memberikan dampak positif terhadap efektivitas proses produksi, kualitas produk, serta pengembangan kompetensi peserta didik dalam konteks pendidikan vokasional. Inovasi ini menjadi contoh nyata penerapan continuous improvement dalam industri otomotif yang mendukung target efisiensi di PT TMMIN Plant 2.
Tidak tersedia versi lain