Dalam proses perakitan kendaraan roda empat di PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Plant 2, perbaikan sealer crack pada area rear door inner merupakan salah satu proses penting yang memengaruhi kualitas akhir produk. Namun, ditemukan kendala signifikan berupa lamanya waktu perbaikan akibat penggunaan metode totolan cat, yang menimbulkan gerakan kerja berulang-ulang dan memperpanjang…
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan Complete Vehicle Evaluation (CVE) Unit Monitoring System oleh Man Power Central Control Room (CCR) dalam menurunkan persentase unit delay CVE melebihi 4 jam yang berkaitan langsung dengan tingkat efisiensi dan produktivitas dari proses manufaktur mobil Toyota pada pabrik Plant 1 Karawang. Sistem ini terdiri dari 5 elemen utama yaitu D…
Keselamatan kerja merupakan hal yang sangat penting dalam mendukung kelancaran dan keamanan proses produksi di industri manufaktur. Di PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), khususnya di area Assembly Plant 1, proses pelaporan dan pemantauan keselamatan kerja masih dilakukan secara manual, sehingga membutuhkan waktu yang lama dan rentan terhadap keterlambatan serta kesalahan dalam pen…
Dalam proses produksi engine di TMMIN Karawang Engine Plant 3, salah satu komponen krusial yang menentukan performa mesin adalah crankshaft. Namun, ditemukan adanya permasalahan terkait tap pulley crankshaft yang tidak center yang lolos dari line produksi dan mencapai test bench. Kondisi ini tidak hanya menimbulkan risiko kualitas produk akhir, tetapi juga berpotensi mengganggu kelancaran prose…
Masalah operasional di lini produksi sering kali dipengaruhi oleh hambatan kecil yang berdampak besar terhadap efisiensi kerja. Salah satu permasalahan yang muncul di PT. TMMIN Plant 2 adalah terbenturnya personel Customer Satisfaction Line (CS LH) dengan alat scanner di pos CS LH. Permasalahan ini tidak hanya mengganggu kelancaran proses kerja, tetapi juga menimbulkan risiko keselamatan kerja …
Penelitian ini bertujuan untuk menunjukan relavansi teori dibangku kuliah dengan actual di lapangan (genba) dari konsep TPS dan Ergonomi khususnya untuk menerapkan konsep TPS dan meningkatkan score ergonomi pada SPS & Delivery Line. Konsep TPS dan Ergonomi ini akan difokuskan bagaimana menghilangkan 3M (Muda, Mura, Muri) dan mengurangi kesulitan kerja. Penelitian ini menggunakan jenis metode p…
Penelitian ini bertujuan untuk melakukan perbaikan di area kerja dengan menurunkan defect outflow saat proses inspeksi area roof pada unit di PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia. Fokus utama adalah menghilangkan Muda, Mura, dan Muri yang menyebabkan ketidaknyamanan dan gangguan kelancaran produksi, khususnya terkait kondisi ergonomic tempat kerja dan sudut pandang yang kurang ergonomi. Maka…
Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan relevansi antara mata kuliah yang telah dipelajari dengan kondisi aktual di genba PT TMMIN, khususnya dalam peningkatan efisiensi kerja melalui penghilangan muda langkah pada proses prepare part Engine Mounting dan Retainer. Pada proses aktual, masih ditemukan aktivitas tidak bernilai tambah seperti gerakan bolak-balik saat mengambil part secar…
Die yang sudah menghasilkan 500 work akan dilakukan preventive guna mempertahankan quality pada work. Oleh karena itu preventive harus dilakukan sesuai standar yang ada, sebagai contoh saat proses pengaplikasian zat kimia AC3 yang seharusnya rata ke seluruh area parting line namun aktualnya ternyata spray tersebut tidak rata yaitu pada area atas parting line tidak terkena spray. Hal ini disebab…
PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) senantiasa melakukan perbaikan berkelanjutan (continuous improvement) guna menjaga kualitas produk dan efisiensi proses produksi. Salah satu permasalahan yang ditemukan di Line Cylinder Block Pos 14 adalah terjadinya jumping proses yang menyebabkan lolosnya kiriko (serpihan logam) pada lubang balance shaft, sehingga berdampak pada kualitas produk …